Tetap Baik-Baik Saja - Puisi Gusmawitri
Tetap Baik-Baik Saja - Cerpen by Gusmawitri Agam 03 Februari 2025
![]() |
Tetap Baik-Baik Saja |
Tetap Baik-Baik Saja
Di ruang kerja seorang perempuan berkacamata duduk sendirian. Tangannya yang ramping bertumpu di meja, sementara mata lelahnya menatap kosong ke layar laptop.
Di pergelangan tangan kirinya, sebuah jam tangan sederhana berkilau samar di bawah lampu temaram, jarumnya bergerak maju tanpa peduli pada perasaan pemiliknya.
Ia menarik napas pelan, lalu menghembuskannya dalam diam. Hatinya terasa berat, seperti penuh dengan kata-kata yang tak pernah sempat ia ucapkan.
Lagi-lagi, ia merasa hanya menjadi tempat singgah. Hanya diingat saat seseorang membutuhkan bantuan, tempat bercerita saat mereka ingin didengar, lalu dilupakan begitu saja ketika hari mulai membaik.
Betapa sering ia berada di posisi ini, mendengarkan, memahami, berusaha selalu ada. Tapi ketika ia yang rapuh, siapa yang bertanya apakah ia baik-baik saja? Siapa yang peduli pada suara hatinya? Sepertinya tidak ada.
Ia melirik jam tangannya. Waktu terus berjalan, dunia tidak menunggu, dan ia pun harus tetap melangkah. Dengan senyum tipis yang dipaksakan, ia merapikan kacamatanya, melanjutkan jemarinya menyelesaikan target pekerjaan , lalu bangkit.
Mungkin ia memang hanya dibutuhkan, bukan diinginkan. Tapi ia akan tetap baik-baik saja, setidaknya, begitulah yang selalu ia katakan pada dirinya sendiri.
Baca Juga : Puisi Dilema Tanpa Henti
Tags:
Cerpen