Gerakan Peduli Bareh Ganggam di MIN 8 Agam

Gerakan Peduli Bareh Ganggam di MIN 8 Agam

Peduli Bareh Ganggam di MIN 08 Agam
Gerakan Peduli Bareh Ganggam di MIN 8 Agam

Program Ramadhan Peduli Bareh Ganggam

Dalko, Agam - Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. 

Terlebih lagi saat bulan suci Ramadhan, momen istimewa ini menjadi kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, empati, dan kepedulian sosial. Itulah yang menjadi latar belakang digelarnya Program Ramadhan di MIN 08 Agam pada bulan Ramadhan 1446 H atau tahun 2025 M.


Program ini dirancang secara khusus untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan kegiatan yang tidak hanya religius, tapi juga menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa, guru, dan seluruh warga madrasah.

Mulai dari tadarus Al-Qur’an, lomba-lomba Islami, hingga yang paling menyentuh hati: Gerakan Peduli Bareh Ganggam.

Apa Itu Peduli Bareh Ganggam?

Peduli Bareh Ganggam adalah istilah dalam bahasa Minangkabau yang secara harfiah berarti “peduli dengan segenggam beras.” Meski terdengar sederhana, maknanya sangat dalam. 

Filosofi dari gerakan ini adalah bahwa setiap orang bisa berbagi dan berbuat baik, walau hanya dengan sedikit. Karena dari segenggam beras yang dikumpulkan bersama, bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Konsep Peduli Bareh Ganggam menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan siswa. 

Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Bahkan hal kecil seperti menyisihkan segenggam beras setiap hari bisa menjadi amalan luar biasa jika dilakukan dengan niat yang tulus dan konsisten.

Pelaksanaan di MIN 08 Agam

Selama bulan Ramadhan, MIN 8 Agam menjalankan Gerakan Peduli Bareh Ganggam sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan yang edukatif dan inspiratif. 

Gerakan ini melibatkan siswa, guru, dan orang tua secara aktif. Setiap harinya, siswa diajak untuk membawa beras seukuran genggaman tangan dari rumah. Beras-beras tersebut dikumpulkan di madrasah, lalu diolah menjadi paket sembako yang nantinya akan disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, atau keluarga kurang mampu di sekitar lingkungan madrasah 8 AGAM.

Tak hanya mengumpulkan, para siswa juga diajak terlibat langsung dalam proses pengepakan dan pendistribusian. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar teori tentang kepedulian dan berbagi, tapi juga langsung mempraktikkannya di lapangan.

Video Pelaksanaan Program Ramadhan di MIN 8 Agam


Bentuk Kegiatan yang Menginspirasi

Program Peduli Bareh Ganggam di MIN 8 Agam dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain:
  • Gerakan infaq beras, di mana siswa membawa beras dari rumah secara rutin.
  • Pendidikan karakter dan empati, melalui cerita, refleksi harian, dan diskusi tentang makna berbagi dalam Islam.
Dengan kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan menahan lapar dan haus, tapi juga momentum membentuk karakter Islami pada diri siswa: ringan tangan, peka terhadap sesama, dan mencintai amal sosial.

Lebih dari Sekadar Beras

Gerakan Peduli Bareh Ganggam bukan sekadar tentang memberikan beras. Ini adalah simbol kebersamaan, semangat tolong-menolong, dan budaya berbagi yang sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau dan ajaran Islam. 

MIN 8 Agam berhasil menghidupkan kembali semangat ini melalui program Ramadhan yang menyentuh dan membumi.

Semoga program seperti ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan, tapi bisa menjadi kebiasaan baik yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat. Karena dari segenggam beras, bisa tumbuh sejuta kebaikan.